Paket Wisata Pendakian Gunung Merbabu, Porter dan Guide Gunung Merbabu, Transportasi Menuju Merbabu, Penginapan di Lereng Merbabu
HOTEL DI JALUR PENDAKIAN SELO [ MERBABU ] dan NEW SELO [ MERAPI ]
Agrowisata Selo Pass Resort (Agrosepa)
terletak di antara kaki Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, “Selo”
diambil dari kata “disela-selanya” atau “diantarannya” yang dimaksudkan
adalah suatu desa atau daerah yang berlokasi di antara dua gunung besar
yaitu Merapi dan Merbabu. Agrosepa terletak antara 7o 29’ 58” S dan 110o
27’ 59” T pada ketinggian 1550 meter di atas permukaan laut yang
mempunyai keunikan sendiri jika dibandingkan dengan tempat wisata lain.
Lokasi ini dapat kita capai sekitar 1 jam dari Bandara International
Surakarta , 2 jam dari Bandara International Yogyakarta atau 3 jam dari
Bandara Semarang. Potensi wisata yang dimiliki oleh kawasan ini cukup
luar biasa hebatnya. Bagaimana tidak hebat, karena
daerah ini mempunyai kehidupanm volcano paling aktif di dunia yang
dikenal dengan letusan type Marapi yang sangat spesifik di antara
gunung-gunung berapi di dunia, dimana erupsinya terjadi tiap menit,
sehingga gunung Merapi bisa dikatakan sebagai jantungnya bumi.


Pada malam hari kawasan ini memberikan panorama yang luar biasa dimana dari Agrosepa
wisatawan dapat menikmati panorama malam 7 kota yang bermandikan
cahaya yaitu kota Surakarta, Klaten, Yogyakarta , Boyolali, Sukaharja,
Salatiga dan Karanganyar. Sedangkan di sebelah baratnya menjulang dua
Gunung yang selalu berdiri gagah seperti raksasa yang sedang melindungi
kita untuk bersemayam, inilah wajah Eksotik Agrosepa.
Seperti melihat pertunjukkan kolosal alam yang luar biasa dimana hari berganti siang Agrosepa
memberikan nuansa yang sangat lain yaitu berupa hamparan ladang hijau
bak seperti gulungan permadani yang berombak bertaburkan kabut-kabut
putih seperti disapu kain sutra memberikan pesona yang luar biasa.
Inilah negeri para dewa dimana tidak akan pernah ditemukan di tempat
lain. Sehingga tidak heran jika di daerah ini juga dijadikan tempat
untuk peristirahatan dan tempat bertapa para raja dan wali seperti
Hamengku Buwono HB X , Kiai Ki Ageng Kebokanigoro, Ki Hajar Seloko,
para pepunden masyarakat dll.
RESORT AGROSEPA



Sabuk Gunung :
para wisatawan dapat melihat pentingnya mengatur tanah pertanian agar
tidak terjadi erosi dan dapat menahan air dan humus tanah.
Pertanian Organik
: para wisatawan dapat berpraktek mengolah tanah, menanam dan memanen
sayuran yang dikelola secara organik termasuk membuat pupuk dan
pestisida organik dari bahan-bahan alam setempat seperti daun adas dll.

Agrosepa saja.
Alfalfa merupakan tanaman yang mampu menangkal radikal bebas dan sangat
bermanfaat untuk membantu metabolisma dalam tubuh manus.
Volcano :
para wisatawan dapat melihat langsung pemandangan spektakuler aktifitas
Merapi dari dekat namun tetap nyaman dan aman melalui menara pandang
yang disediakan oleh Agrosepa.
Juga dapat melihat volcano theatre yang memberi pertunjukkan bagaiaman
cara menyelamatkan diri serta berbagai fenomena letusan gunung di
seluruh dunia
SENTRA KESEMEK

Kesemek adalah nama sejenis buah-buahan dari marga Djospyros. Tanaman ini dikenal pula dengan sebutan buah Kaki, atau dalam Oriental (Chinese/Japanese) persimmon. Nama ilmiahnya adalah Diospyros Kaki.
(‘Kaki’, bahasa jepang adalah nama zat tanin yang dihasilkan buah ini).
Pohon kesemek berukuran kecil sampai sedang, 15 m atau kurang, dioesis (dioecious, berumah dua) dan kadang-kadang monoesis, berbatang pendek dan bengkok-bengkok, banyak cabang, serta menggugurkan daun.
Daun
dalam dua deret, tersusun berseling, bertangkai pendek lk. 3 cm,
bundar, bundar telur sampai jorong, 2,5-15 × 5-25 cm, hijau kuning
berkilap. Bunga jantan dalam malai pendek berisi 3-5 kuntum, bunga
betina soliter, di ketiak daun, berbilangan 4. Buah buni berbentuk
gepeng membulat dan bersegi empat, hijau kekuning-kuningan sampai merah,
dengan daun kelopak yang tidak rontok.kesemek sekarang sudah sulit
dijumpai atau hampir punah
Kesemek
yang matang berwarna antara jingga kekuningan sampai kemerahan dan
berdiameter antara 2-8 cm. Buah ini dapat dimakan langsung dalam keadaan
segar setelah diolesi dengan air kapur dan diperam, agar rasa sepatnya
hilang. Buah juga dapat dikeringkan atau diolah menjadi selai,
agar-agar, es krim dan lain-lain. Buah kesemek segar mengandung 19,6%
karbohidrat , terutama fruktosa dan glukosa 0,7% protein, vitamin A
dan kalium.
Buah kesemek yang muda mengandung zat tanin yang dinamai tanin-kaki,
yang menimbulkan rasa sepat pada buah. Zat ini akan berkurang bersama
dengan masaknya buah. Tanin-kaki dimanfaatkan untuk mengawetkan berbagai
kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di Jepang, serta bahan
pengobatan penyakit hypertensi.
SENI BUDAYA

Kesenian
Soreng tersebut merupakan kesenian asli masyarakat Selo. Kesenian
tersebut dimainkan dalam upacara adat atau hajatan besar yang terjadi di
Kecamatan Selo. Kesenian Soreng yang merupakan kesenian yang diadopsi
dari kisah Aryo Penangsang dan para prajuritnya. Kesenian Soreng sendiri
idealnya minimal dimainkan oleh 10 sampai 12 orang penari laki-laki.
Aryo Penangsang merupakan adipati Pati yang berperang merebut takhta
kerajaan Demak, sepeninggal Sultan Tranggono. Aryo Penangsang tidak
setuju kalau takhta kerajaan diwariskan ke Mas Karebet atau Joko Tingkir
yang merupakan menantu Sultan Tranggono. Mas Karebet mewarisi takhta
kerajaan Demak, dan memindahkan ke istana Pajang. Sebagai raja kerajaan
Pajang mas Karebet bergelar Sultan Hadiwijaya. Aryo Penangsang memiliki
kesaktian yang mandraguna. Tunggangan Aryo Penangsang adalah kuda jantan
tegar yang diberi nama Gagak Rimang. Pada akhirnya Aryo Penangsang
gugur setelah bertarung dengan Danang Sutawijaya yang merupakan putra
angkat Sultan Hadiwijaya. Danang Sutawijaya sendiri akhirnya menjadi
raja Mataram di Kotagede, Yogyakarta dengan gelar Panembahan Senopati.
Ketika tabuhan rebana dimainkan dengan irama cepat, mampu menyedot
perhatian begitu banyak masyarakat Dukuh Cangkol. Ratusan orang langsung
berkumpul dalam tempo waktu beberapa menit. Kesenian Soreng sendiri
merupakan kesenian yang cukup diminati seluruh masyarakat Cangkol.
Tua-muda, bahkan anak-anak tumpah ruah menyaksikkan kesenian tersebut.
Gerakan unik yang dimainkan para penari Soreng menjadi daya tarik
tersendiri bagi masyarakat Cangkol.
TAMAN NASIONAL
Agrosepa
merupakan tempat untuk wisata alam / ecotourism yang paling tepat bagi
anda dan keluarga yang senang berpetualangan ilmiah karena berada dekat
dengan dua taman nasional yaoti Taman Nasional Gunung Merbabu dan Taman
Nasional Gunung Merapi.
Taman Nasional Gunung Merbabu
merupakan taman nasional yang mencakup kawasan hutan di Gunung
Merbabu, ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No.
135/Menhut-II/2004 tanggal 4 Mei 2004 tentang perubahan fungsi kawasan
hutan lindung dan taman wisata akam pada kelompok hutan Merbabu seluas
5.725 hektar. Kawasan ini dinilai penting sebagai sumber mata air bagi
masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Selain itu, kawasan hutan Merbabu
juga merupakan habitat flora dan fauna yang dilindungi dan
dilestarikan. Sistem pengelolaan taman nasional yang diterapkan
diharapkan mampu untuk melestarikan dan mengembangkan kawasan konservasi
ini sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kawasan taman nasional ini terutama terdiri dari zona-zona hutan pegunungan, seperti yang dikemukakan van Steenis.

3. Zona hutan (vegetasi) sub-alpin (2.400—3.142 m dpl), ditumbuhi oleh rerumputan dan edelweis jawa.
Beberapa
jenis hewan yang tercatat dari kawasan ini di antaranya adalah elang
jawa, elang hitam, alap-alap sapi, elang ular bido, ayam hutan, tekukur,
gelatik batu, kijang, landak, musang, luwak, monyet ekor panjang, macan
tutul dan lain-lain.



Hutan-hutan di Gunung Merapi telah ditetapkan sebagai kawasan lindung,
sejak tahun 1931 untuk perlindungan sumber air, sungai dan penyangga
sistem kehidupan kabupaten/kota Sleman, Yogyakarta, Klaten, Boyolali,
dan Magelang.
Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di
Sebelum ditunjuk menjadi TNG Merapi, kawasan hutan di




Wilayah
Gunung Merapi merupakan sumber bagi tiga DAS (daerah aliran sungai),
yakni DAS Progo di bagian barat; DAS Opak di bagian selatan dan DAS
Bengawan Solo di sebelah timur. Keseluruhan, terdapat sekitar 27 sungai
di seputar Gunung Merapi yang mengalir ke tiga DAS tersebut.
kosistem
Merapi secara alami merupakan hutan tropis pegunungan yang terpengaruh
aktivitas gunung berapi.
Beberapa jenis endemik di antaranya adalah
Saninten (Castanopsis argentea), anggrek Vanda tricolor, dan Elang Jawa (Spizaetus bartelsi). Taman nasional ini juga merupakan tempat hidup Macan tutul Panthera pardus).
Sumber,
http://agrosepa.blogspot.co.id
Call Center ExploreWisata.com,
085.643.455.685
D72E559E / 7A722B86
Instagram : instagram.com/xplore.wisata
Instagram : instagram.com/xplore.gunung
Instagram : instagram.com/syarifain
Fanspage Umum : facebook.com/xplore.wisata
Fanspage Gunung : facebook.com/xplore.gunung
Website :
Instagram : instagram.com/xplore.gunung
Instagram : instagram.com/syarifain
Fanspage Umum : facebook.com/xplore.wisata
Fanspage Gunung : facebook.com/xplore.gunung
Website :
#porter #guide #pemandu #transport lokal #rinjani 3.726 mdpl #semeru 3.676 mdpl #slamet 3.428 mdpl #lawu 3.265 mdpl #merbabu 3.145 mdpl #sindoro 3.150 mdpl #gunungprau 2.565 mdpl #gunungsikunir #porterrinjani #portersemeru #porterargopuro #portermerbabu #porterlawu #porterslamet #portersumbing #portersindoro #kaosadventure #kaosbacpacker #backpackerindonesia #opentripsemeru #opentripmerbabu #opentripkarimunjawa #opentriprinjani #cikuray #gede #parango #gunungsalak #bromo #karimunjawa #guapindul #raftingsungaielo #raftingelo #raftingprogo #tangkubanperahu
#derawan #belitung #pahawang #cartensz piramid, #trekkingcartensz #cartenz murah #sevensummit